Random Thoughts · Self Reminder

Gratis!

Seperti yg bisa kita lihat dan hadapi dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yg masih kurang mampu di dunia ini. Entah karena dia benar-benar tidak mampu atau pura-pura tidak mampu padahal sebenarnya hanya tidak mau.

Mengharapkan atau meminta sebentuk bayaran dari orang lain atas sesuatu yg kamu lakukan seringnya hanya akan menyakiti dirimu sendiri dan bahkan orang lain yg bersangkutan tersebut. Karena, sekali lagi, banyak orang yg masih kurang mampu di dunia ini.

Kurang mampu menghargai orang lain.

Kurang mampu menggunakan tutur bahasa yg baik.

Kurang mampu mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih.

Kurang mampu tersenyum.

Kirang mampu bersimpati, apalagi berempati.

Kurang mampu berbagi.

Kurang mampu menempatkan diri.

Ah, macam-macam pokoknya.

Jadi, kalau kamu merasa punya kemampuan dan kemauan untuk melakukan sesuatu bagi seseorang, lakukanlah secara gratis. Tidak perlu mengharap apalagi meminta sebentuk bayaran darinya. Ingat, dunia ini memang masih dipadati oleh orang yg kurang mampu. Kamu tidak akan pernah benar-benar tau, orang yg sedang kamu hadapi itu orang yg mampu, kurang mampu, atau pura-pura tidak mampu. Kalau kebetulan kamu berhadapan dg orang yg mampu, bersyukurlah. Kalau kebetulan kamu berhadapan dg orang yg kurang mampu atau pura-pura tidak mampu, tetaplah bersyukur. Karena sesungguhnya dia adalah orang yg ditugaskan Tuhan untuk menguji kesabaran dan keikhlasanmu.

Daaan, daripada mengeluhkan keberadaan mereka-mereka yg kurang mampu itu, ada baiknya fokus saja untuk menjadi orang yg mampu. Hitung-hitung mengurangi populasi orang yg kurang mampu juga di dunia ini.

Jadi, lakukanlah dg gratis atau tidak usah sama sekali.

Mengenai bayaranmu, kalau kamu masih cemas, coba baca kembali firman Tuhanmu dalam buku suci yg mungkin jarang kamu buka itu. Bukankah Dia sudah menjelaskan dg sejelas-jelasnya mengenai bayaranmu untuk setiap kesabaran dan keikhlasan yg kamu keluarkan?

Advertisements
Self Reminder

Lower Your Expectation!

Harapan, ekspektasi, dan rasa kecewa adalah tiga hal yang selalu berdampingan.

Jika kita lihat sekarang ini makin banyak yang menyalahkan orang lain saat dia kecewa dan marah karena keinginannya tidak terpenuhi.

Banyak yang jadi meragukan takdir Tuhan dan memaki keadaan saat rencananya berantakan.

Banyak yang mengganti lafadz dzikir dari yang seharusnya doa menjadi keluhan-keluhan kekecewaan.

Sadar atau tidak, yang terfokuskan oleh manusia rata-rata hanya “rasa kecewa” yang mereka punya.

Manusia kadang begitu fokus pada rasa kecewanya hingga terus mencari-cari penyebabnya untuk kemudian disalahkan.

Manusia kadang begitu jauh penglihatannya hingga tidak bisa melihat yang dekat. Tidak bisa melihat ke dalam dirinya sendiri.

Tidak terlihat oleh mereka bahwa kekecewaan lahir dari segala harapan yang mereka bangun.

Tidak terlihat oleh mereka bahwa kekecewaan adalah buah dari ekspektasi yang terus mereka pupuk dan siram dengan baik.

Ya, terkadang manusia melihat terlalu jauh.

Terlalu jauh sampai lupa melihat ke dalam diri sendiri. Lupa melihat kembali kepada Dia yang Maha Segalanya.

Lupa untuk bersyukur.

Lupa bahwa rencana hidup yang paling baik bukanlah rencana mereka, namun rencana Tuhan.


Jakarta, Februari 2014

Self Reminder

Yang Lebih Baik

“Diatas langit masih ada langit. Akan selalu ada orang yang (terlihat) lebih baik. Mungkin hanya rasa syukur yang dapat menghentikan pencarian dan cukup mengembangkan apa yang sudah dimiliki.”
Tidakkah kamu lelah terus membusungkan dada dan mendongakkan kepala?
Mari, berhenti sejenak, turunkan pandangan, dan padamkan segala hasrat keinginan.
Mari, angkat tangan untuk memberi, bukan lagi untuk terus meminta.