Random Thoughts

Body Hack #1

Ketika kalian sedang tidak ingin mengingat sesuatu yg kalian dengar atau lihat, kalian bisa mengaturnya sendiri. Kuncinya ada di otak.

Ketika mendengar A, fokuskan otak untuk berpikir tentang B atau C atau D. Maka kata2 tentang A tadi tidak akan bejejak di otak kalian. Kalaupun berjejak paling hanya sepersekian persen. Contoh: kalian tidak suka politik, tetapi kalian sedang nonton debat pilkada bersama keluarga. Lalu kalian memikirkan pertengkaran dengan pacar kalian sepanjang nonton debat pilkada. Akankah kata-kata yg terlontar dari paslon-paslon itu membekas di otak kalian? Tidak. Ketika nanti teman-teman kalian bercerita kembali tentang isi debat itu, kalian tidak akan ingat apa yg mereka bahas. Karena walaupun kalian menonton acara debat itu, otak kalian tidak hadir di sana untuk fokus mendengarkan. Otak kalian memikirkan sesuatu yg menurut kalian lebih penting, sehingga walaupun di sana ada suara yg ditangkap oleh telinga dan ada gambar yg ditangkap oleh mata kalian, tapi tidak akan ada (atau hanya sangat sedikit) memori yg terekam oleh otak kalian. Kenapa? Karena kuncinya adalah otak.

Ga percaya? Coba ingat-ingat.

Pernah lagi dengerin curhatan temen atau pacar tapi setelah beberapa saat mendengarkan kalian minta orang tersebut mengulang kalimatnya karena kalian tidak menangkap apa yg mereka maksud?

Atau pernah dapat nasihat dari orang tua kemudian kalian iya-iya kan saat itu tapi dua hari kemudian kalian lupa waktu itu mereka ngomong apa?

Itu adalah contoh nyata paling simpel di kehidupan sehari-hari.
Terkadang, kita mendengar hanya dengan telinga, melihat hanya dengan mata, tanpa memprogram otak kita untuk fokus menangkap apa yg diterima oleh telinga dan mata itu dan menjadikannya memori untuk disimpan.

Kalian pasti pernah dapat pelajara di sekolab dulu bahwa otak kita sepertj CPU pada komputer. Tanpa CPU, komputer tidak akan berfungsi. Tanpa otak, kita tidak akan berfungsi. Bedanya komputer dengan kita adalah kita bisa mengendalikan otak kita, sedangkan komputer tidak bisa mengendalikan CPU-nya sendiri. See? Manusia selalu punya nilai lebih.

Waktu pelajaran di sekolah itu juga kita dikasih tau bahwa otak kita punya kapasitas satu juta gigabyte untuk menyimpan memori. Kalau di hardisk komputer, itu bisa untuk menyimpan semua film yg pernah ada di dunia ini + semua dokumen sekolah dari TK sampai kuliah + dokumen kerja + apapun yg kalian mau simpan di sana.

So, ketika kalian melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu, itu semua bisa tersimpan di otak. TAPI, ternyata Tuhan kasih kita kelebihan untuk mengatur tubuh kita sendiri.

Kalian selalu punya pilihan dan selalu bisa memilih.
Pilihlah, mau mengingat cerita sahabat yg sedang berbicara di depan kalian atau mengingat pertengkaran kalian denfan pacar sambil mendengarkan curhatan sahabat yang kemudian berujung kekecewaan mereka ketika mereka mendapati kalian sudah lupa kisah yg mereka ceritakan beberapa jam yang lalu itu.
Pilihlah, mau mengingat nasehat orang tua yg sedang berbicara di depan kalian, atau mengingat kesalahan-kesalahan mereka kepada kalian sambil mendengarkan kata-kata mereka yg kemudian berujung amarah mereka ketika kalian sudah lupa akan nasehat yg mereka sampaikan beberapa hari yang lalu itu. Tanpa kalian jelaskan pun, mereka akan sadar bahwa kalian tidak mendengarkan mereka dengan sungguh-sungguh.

Kita selalu punya kendali atas pikiran kita. Namun, terkadang kita tidak menyadari hal tersebut. Sehingga pilihan yang kita buat terkadang menjadi kurang tepat.

So, it is better to learn how to control your mind. Learn how to make great decision. And choose your choice wisely.

_______________
(jakarta, 13 februari 2016, masih di kasur, sedang loading mencoba mengingat tentang memori suatu percakapan dengan seseorang)

Random Thoughts

Perjalanan Ke Rumah

Hidupmu saat ini adalah perjalanan pulang ke rumah abadimu.

Perjalanan penuh rintangan yang dihiasi dengan tujuan dan dibatas oleh waktu.

Fokus pada tujuan, kamu akan dapat keuntungan.

Fokus pada rintangan, maka kegagalan tidak akan terelakkan.

Pertanyaannya, sudah benarkah tujuan-tujuan yang kamu buat?

Pencapaian adalah salah satu yang terpenting yang akan kamu perhitungkan dalam tujuan-tujuan di hidupmu.

Tapi jangan lupa.

Pencapaian dalam urusan di bumi tetaplah pandanganmu membumi.

Agar tidak lelah kepalamu menahan ketidakpuasan.

Pencapaian dalam urusan di langit barulah boleh pandanganmu setinggi langit.

Agar tidak lelah hatimu mengusahakan kebaikan.

Akan banyak orang yang datang silih berganti dalam hidupmu.

Sebagian akan tinggal, sebagian lagi akan meninggalkan.

Akan selalu terjadi tawar menawar dalam menerima atau menolak seseorang.

Pastikan saja dia tidak menghalangi tujuan atau menambah rintangan hidupmu.

Ingat, perjalananmu dibatas waktu.

Rumah yang kamu dapat bergantung pada perjalanan yang kamu buat.

Maka, rencanakan dan laksanakan perjalananmu dengan baik agar kelak baik pula rumahmu.

Selamat meneruskan perjalanan!

Semoga kelak kita sama-sama mendapatkan rumah yang baik! 🙂

 


 

Jatinangor, 07 Oktober 2015

Random Thoughts

Berdamai dengan Masa Lalu

Bagi sebagian orang, masa lalu adalah kepingan hidup yg begitu ingin dimutasikan. Dipindahkan dari ruang-ruang memori di otak agar tidak lagi menyesakkan.

Bagi sebagian orang, masa lalu adalah bongkahan-bongkahan batu yang begitu ingin dihancurkan. Dimusnahkan dari peradaban hatinya agar tak mengganggu pembangunan untuk peradaban yang baru.

Bagi sebagian orang, kalau doraemon benar-benar nyata, alat ajaib yang sangat ingin mereka gunakan adalah mesin waktu. Kembali ke menit-menit lampau untuk menukar momen yang terjadi. Agar ketika mereka kembali ke menit-menit saat ini, tidak ada lagi penyesalan yg menanti.

Banyak sekali alasan bagi seseorang untuk terus bertengkar dengan masa lalunya. Penyesalan yang mendalam adalah alasan yang sering muncul. Padahal, penyesalan terus muncul juga karena mereka terus bertengkar. Pertengkaran yang sejatinya tidak pernah menghasilkan pemenang ataupun pecundang. Pertengkaran yang sungguh tidak adil, karena masa lalu jelas adalah lawan yang tidak berdaya. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain diam tak bergerak, tetap di tempat.

Bagi kamu yang sedang bertengkar dengan masa lalumu,
Apa yang sebenarnya kamu harapkan dari pertengkaran itu?
Memori yang berganti? Penyesalan yang hilang? Atau, dosa yang terhapus?

Sejak kapan pertengkaran menjadi cara yang baik untuk penyelesaian masalah?

Masalah? Kenapa aku bilang ada masalah? Tentu saja masalah. Kalau tidak ada masalah antara kamu dan masa lalumu, tentu tidak akan ada pertengkaran.

Ingatkah kamu ketika kamu masih kecil, ketika kamu berebut mainan yang sama dengan temanmu? Kalian saling membuat tangis, menjambak, atau bahkan memukul. Kemudian datang orang tua atau kakak atau guru kalian untuk menengahi. Apa yang mereka lakukan terhadap kalian?
Apa kalian disemangati untuk terus bertengkar?
Atau kalian diarahkan untuk saling meminta maaf, memaafkan, dan berbagi mainan yang kalian punya, bukan lagi saling berebut?

Kamu dan masa lalu tak ubahnya seperti kamu dan teman kecilmu itu.
Kamu sebenarnya tidak butuh pertengkaran dengan masa lalu.
Kamu dan masa lalu hanya butuh meminta maaf dan memaafkan.
Kamu dan masa lalu perlu berbagi, bukannya saling menghalangi.
Kamu dan masa lalu perlu eksis tanpa harus memperebutkan posisi siapa yang paling persis.

Hidupmu itu seyogyanya sebuah puzzle. Kamu tidak akan utuh tanpa kepingan masa lalumu. Hentikan keinginanmu untuk memutasi kepingan itu. Cukup tempatkan dia pada posisi yang tepat. Maka dia akan jadi pelengkap, bukan penghalangmu.

———-

Jatinangor, 21 September 2015