Poetry

Kerincing Anak-Anak Singkong

Kerincing kecil digenggam
Gelas air dalam kepitan
Cemprengnya suara anak-anak singkong
Membisingkan jalanan yang gemuruh
Menghibur kotaku yang penuh peluh

Lantunan nada tak beraturan
Senandung lagu tanpa melodi
Setia menghias rentetan kendaraan

Petikan gitar tanpa irama
Menyorot mata-mata nanar
Yang tak tersentuh
Oleh nada-nada penghidupan

Bersama mereka yang lusuh
Hiduplah musik yang rusuh
Mengiringi perjalanan membangun asa dan impian
Di tengah kota yang minim kehijauan

Advertisements
Poetry

Apa yang Kamu Cari?

Apa yang kamu cari dalam hidup?

Uang yang melimpah?

Pasangan yang sempurna?

Kesenangan yang abadi?

Kedamaian yang hakiki?

 

Kamu hanya manusia kecil yang tak berdaya di alam semesta.

Hidupmu bahkan bukan milikmu.

Semua yang ada di genggamanmu, akan terlepas jua pada waktunya.

Semua yang ada di sisimu, akan terhempas jika sudah saatnya.

Apa dayamu hingga sombong kerap kali membalut perangaimu?

Apa kuasamu hingga arogansi senantiasa menyertai tutur katamu?

 

Duhai makhluk Tuhan yang paling sempurna,

Apa yang kamu cari sesungguhnya dalam hidup ini?

 

Poetry

Biar Saja

Biar saja hari ini jadi hari yg tak pasti untuk pertemuan kita.

Biar saja hari ini aku menerka-nerka seperti apa gambaran kita di masa depan.

Biar saja hari ini jadi hari yg tak pasti apakah kelak Tuhan akan menyatukan kita atau tidak.

Biar saja jika hari ini bukan aku yg ada di sampingmu dan membuatmu tertawa.

Tidak ada yg perlu aku khawatirkan tentangmu.

Aku telah menitipkanmu pada-Nya dalam setiap sujudku.

Jadi biar saja..

Biar saja jika hari ini orang lain yg membuat sejarah denganmu.

Kelak jika aku masa depanmu,
sejarahmu hari ini dg dia hanya akan menjadi cerita lama.

Cerita yg nanti kita tertawakan bersama..


Jakarta, 13 Februari 2014.

Untuk seorang teman yg sedang memantapkan dirinya dan hatinya untuk masa depan.

Poetry

Jatuh, Lagi

Aku jatuh lagi, akhirnya.
Ke jurang yg sama.
Cara jatuhnya saja yg berbeda.

Kurang rapatkah pintu itu aku kunci?
Atau kamu mendobraknya dg begitu baik?
Sehingga aku bisa tergelincir, lagi.

Ah!
Jangan coba menghiburku.
Persetan jurang itu bernama cinta.
Yg namanya jatuh, tetap saja sakit.

Poetry

Sabar Merindu

Hari ini kita menabung rindu.
Esok lusa tidak usah kau sendu.
Nanti akan datang hari dimana hilang semua tabu.
Hari dimana kamu bisa luruh dalam hangatnya pelukku.
Dan aku bisa larut dalam manisnya kecupmu.
Bersabarlah. Merindulah dengan sujud dan doamu.
Mintakan pada-Nya agar kita bisa segera bersatu.

Jatinangor. 071015. hujan. sore-sore. di depan skripsi. sambil dibuat rindu sama seseorang 🙂
Poetry

Perempuan yang Suka Menuntut

Kepada kamu yg katanya ingin bersamaku.

Aku perempuan yang suka menuntut.
Aku akan senang menuntut sebagian kecil dari waktumu untuk dihidangkan kepadaku dan kita nikmati bersama di setiap penghujung malam.

Aku perempuan yang suka menuntut.
Aku tak akan segan menuntut suguhan senyum sabarmu ketika sisi kekanakanku datang bertamu ke tengah-tengah kita.

Aku perempuan yang suka menuntut.
Aku akan selalu menuntut untuk dinyamankan oleh sepasang telingamu ketika rentetan celotehku berdesakan ingin keluar.

Aku perempuan yang suka menuntut.
Aku tak akan absen menuntut jemari tanganmu untuk selalu terbuka lebar, menggenggam kuat, mengayun atau terhempas, bersama jemari tanganku.

Aku perempuan yang suka menuntut.
Aku akan selalu yakin menuntut kakimu agar tidak kenal lelah untuk aku ajak berjalan menghampiri kebajikan.

Kepada kamu yang katanya ingin bersamaku,
Aku perempuan yang suka menuntut.
Jadi,
Masih inginkah kamu bersamaku?

———-

Jatinangor, 22 September 2015
Dari aku, yang suka menuntutmu

Poetry

Satu Detik

Aku harap waktu bisa berhenti.
Satu detik saja.
Agar aku bisa berlindung pada bayanganmu lebih lama.

Aku harap waktu bisa berhenti.
Satu detik saja.
Biarkan aku memaknai kehadiranmu sebentar lagi.

Aku harap waktu bisa berhenti.
Satu detik saja.
Aku masih ingin di sini, di bawah mata teduhmu.

Aku harap waktu bisa berhenti.
Satu detik saja.
Aku masih ingin menikmati siangku yg dihujani senyummu.

Aku harap waktu bisa berhenti.
Satu detik saja.
Dan biarkan aku tersesat lebih jauh dalam labirin yg kau buat di otakku.