Poetry

Kerincing Anak-Anak Singkong

Kerincing kecil digenggam
Gelas air dalam kepitan
Cemprengnya suara anak-anak singkong
Membisingkan jalanan yang gemuruh
Menghibur kotaku yang penuh peluh

Lantunan nada tak beraturan
Senandung lagu tanpa melodi
Setia menghias rentetan kendaraan

Petikan gitar tanpa irama
Menyorot mata-mata nanar
Yang tak tersentuh
Oleh nada-nada penghidupan

Bersama mereka yang lusuh
Hiduplah musik yang rusuh
Mengiringi perjalanan membangun asa dan impian
Di tengah kota yang minim kehijauan

Poetry

Apa yang Kamu Cari?

Apa yang kamu cari dalam hidup?

Uang yang melimpah?

Pasangan yang sempurna?

Kesenangan yang abadi?

Kedamaian yang hakiki?

 

Kamu hanya manusia kecil yang tak berdaya di alam semesta.

Hidupmu bahkan bukan milikmu.

Semua yang ada di genggamanmu, akan terlepas jua pada waktunya.

Semua yang ada di sisimu, akan terhempas jika sudah saatnya.

Apa dayamu hingga sombong kerap kali membalut perangaimu?

Apa kuasamu hingga arogansi senantiasa menyertai tutur katamu?

 

Duhai makhluk Tuhan yang paling sempurna,

Apa yang kamu cari sesungguhnya dalam hidup ini?

 

Tips and Trick

Tips Menggagalkan Orang yang Nakut-Nakutin Lo Di Saat Mati Lampu Tengah Malam

Oke. Jadi ceritanya, gue punya sahabat yang hobi nakut-nakutin gue dari dulu karena dia tau gue penakut sama setan. Iya, gue takut sama setan. Ga mutu ya takutnya? Biarin.

So, last night the whole electricity in west Jakarta suddenly off, including my house and his house area. And I’m in the middle of the phone call with him at that time. Daaan, bisa ditebak lah ya dia langsung seneng nakut-nakutin gue pas gue ngomong “Yaaah mati lampu, padahal pengen pipis huhu”.

He said,

“Coba cek kolong tempat tidur deh. Hihihi”. Gue bilang, “Kasurnya ga ada kolongnya, nyet!”

“Coba periksa lemari deh. Hiii”. Gue bilang, “Kagak punya lemari”. Which is bullshit. Mana mungkin ga punya lemari yakan..

“Coba periksa guling lu dah. Serius deh ini. Periksa, ada matanya ga? Ada idungnya ga?” Ugh. I wish I could record his voice and put it here so you can hear how annoying it is. He whispered at the phone with a very serious voice tone, then he was silent for a moment, and finally he laughed like a mak-lampir-di-sinetron-laga-indos**r . And he did it because he knows setan yg paling gue takutin adalah Mr.P. Jancuk.

Gue kenal dia udah delapan tahun. So, ini bukan pertama kalinya dia nakut-nakutin gue. Tapi tetep aja gue ga kebal ditakut-takutin. Gue tetep takut. Tapiii, setelah sering kali ditakut-takutin gue jadi mencari cara supaya dia ga berhasil nakut-nakutn gue. Jadi, gue berusaha melakukan beberapa hal berikut ini supaya dia gagal. Or at least, gue berusaha membuat dia merasa gagal. Buat lo yang penakut dan sering ditakut-takutin juga sama seseorang, mungkin cara ini bisa lo coba.

  1. Jangan takut! Semakin lo tunjukin bahwa lo takut, semakin dia bahagia nakut-nakutin lo. Jadi, setakut apa pun lo, jangan sampe dia tau kalo lo lagi takut! Ingat itu! Waspadalah!
  2. Nyanyi aja. Nyanyi akan berfungsi mengalihkan konsentrasi otak lo dari suara jeleknya yang sedang berusaha bikin lo merinding disko dengan cerita-cerita serem. Nyanyi. Lawan suara jeleknya yang lagi nakut-nakutin lo dengan suara sumbang lo. Dia pasti kalah.
  3. Alihkan pembicaraan. Banyak isu yang bisa lo bahas ketika takut. Misalnya, pembunuhan Kim Jong Nam, harga cabe yang mahal banget, kucing persia peliharaan lo yang pipis sembarangan melulu, menu makan malem yang baru aja lo makan. Banyak. Pilih aja salah satu. Atau semua juga boleh. Terserah.
  4. Pura-pura tidur. Bukan pura-pura mati ya. Ga usah bikin panik orang sekampung. Cukup bikin dia sebel aja karena gagal. Jadi, lo bisa kabur dengan pura-pura tidur, diem seribu bahasa, biar dia juga jadi diem dan ga nakut-nakutin lo lagi karena mengira lo ketiduran. Setelah dia mengira lo ketiduran, tunggu beberapa saat, lalu tiriskan. Bukan! Tunggu beberapa saat, kemudian kagetkan dia dengan suara keras, pastikan dia kaget. Dan tertawalah dengan penuh kemenangan. Muahahaha!

 

Oke. Itu tips dari gue. Semoga bisa bermanfaat buat siapa pun yang baca ini.

Gue pribadi sih cuma ngelakuin yang nomor satu sampe tiga. Tapi gue kepikiran buat ngelakuin poin nomor empat makanya gue tulis di atas. Tapi kalo ga berhasil, jangan salahin gue ya. Karena poin satu sampe tiga pun setelah gue lakuin tetep ga berhasil bikin dia merasa gagal nakut-nakutin gue kok 🙂

Dan ending dari cerita tadi malam adalah,

“Udah sana pipis gue temenin”, he said with a low and warm voice tone that made me comfortable.

“Yaudah temenin”

“Iye”

 

Finally, gue berhasil pipis gelap-gelapan. Trus balik ke kamar. Ngobrol sebentar lagi sama dia. Trus kita tidur. Karena ngobrolnya juga udah celeng.

-The end-

 

 

Self Reminder

Lower Your Expectation!

Harapan, ekspektasi, dan rasa kecewa adalah tiga hal yang selalu berdampingan.

Jika kita lihat sekarang ini makin banyak yang menyalahkan orang lain saat dia kecewa dan marah karena keinginannya tidak terpenuhi.

Banyak yang jadi meragukan takdir Tuhan dan memaki keadaan saat rencananya berantakan.

Banyak yang mengganti lafadz dzikir dari yang seharusnya doa menjadi keluhan-keluhan kekecewaan.

Sadar atau tidak, yang terfokuskan oleh manusia rata-rata hanya “rasa kecewa” yang mereka punya.

Manusia kadang begitu fokus pada rasa kecewanya hingga terus mencari-cari penyebabnya untuk kemudian disalahkan.

Manusia kadang begitu jauh penglihatannya hingga tidak bisa melihat yang dekat. Tidak bisa melihat ke dalam dirinya sendiri.

Tidak terlihat oleh mereka bahwa kekecewaan lahir dari segala harapan yang mereka bangun.

Tidak terlihat oleh mereka bahwa kekecewaan adalah buah dari ekspektasi yang terus mereka pupuk dan siram dengan baik.

Ya, terkadang manusia melihat terlalu jauh.

Terlalu jauh sampai lupa melihat ke dalam diri sendiri. Lupa melihat kembali kepada Dia yang Maha Segalanya.

Lupa untuk bersyukur.

Lupa bahwa rencana hidup yang paling baik bukanlah rencana mereka, namun rencana Tuhan.


Jakarta, Februari 2014

Poetry

Biar Saja

Biar saja hari ini jadi hari yg tak pasti untuk pertemuan kita.

Biar saja hari ini aku menerka-nerka seperti apa gambaran kita di masa depan.

Biar saja hari ini jadi hari yg tak pasti apakah kelak Tuhan akan menyatukan kita atau tidak.

Biar saja jika hari ini bukan aku yg ada di sampingmu dan membuatmu tertawa.

Tidak ada yg perlu aku khawatirkan tentangmu.

Aku telah menitipkanmu pada-Nya dalam setiap sujudku.

Jadi biar saja..

Biar saja jika hari ini orang lain yg membuat sejarah denganmu.

Kelak jika aku masa depanmu,
sejarahmu hari ini dg dia hanya akan menjadi cerita lama.

Cerita yg nanti kita tertawakan bersama..


Jakarta, 13 Februari 2014.

Untuk seorang teman yg sedang memantapkan dirinya dan hatinya untuk masa depan.

Random Thoughts

Body Hack #1

Ketika kalian sedang tidak ingin mengingat sesuatu yg kalian dengar atau lihat, kalian bisa mengaturnya sendiri. Kuncinya ada di otak.

Ketika mendengar A, fokuskan otak untuk berpikir tentang B atau C atau D. Maka kata2 tentang A tadi tidak akan bejejak di otak kalian. Kalaupun berjejak paling hanya sepersekian persen. Contoh: kalian tidak suka politik, tetapi kalian sedang nonton debat pilkada bersama keluarga. Lalu kalian memikirkan pertengkaran dengan pacar kalian sepanjang nonton debat pilkada. Akankah kata-kata yg terlontar dari paslon-paslon itu membekas di otak kalian? Tidak. Ketika nanti teman-teman kalian bercerita kembali tentang isi debat itu, kalian tidak akan ingat apa yg mereka bahas. Karena walaupun kalian menonton acara debat itu, otak kalian tidak hadir di sana untuk fokus mendengarkan. Otak kalian memikirkan sesuatu yg menurut kalian lebih penting, sehingga walaupun di sana ada suara yg ditangkap oleh telinga dan ada gambar yg ditangkap oleh mata kalian, tapi tidak akan ada (atau hanya sangat sedikit) memori yg terekam oleh otak kalian. Kenapa? Karena kuncinya adalah otak.

Ga percaya? Coba ingat-ingat.

Pernah lagi dengerin curhatan temen atau pacar tapi setelah beberapa saat mendengarkan kalian minta orang tersebut mengulang kalimatnya karena kalian tidak menangkap apa yg mereka maksud?

Atau pernah dapat nasihat dari orang tua kemudian kalian iya-iya kan saat itu tapi dua hari kemudian kalian lupa waktu itu mereka ngomong apa?

Itu adalah contoh nyata paling simpel di kehidupan sehari-hari.
Terkadang, kita mendengar hanya dengan telinga, melihat hanya dengan mata, tanpa memprogram otak kita untuk fokus menangkap apa yg diterima oleh telinga dan mata itu dan menjadikannya memori untuk disimpan.

Kalian pasti pernah dapat pelajara di sekolab dulu bahwa otak kita sepertj CPU pada komputer. Tanpa CPU, komputer tidak akan berfungsi. Tanpa otak, kita tidak akan berfungsi. Bedanya komputer dengan kita adalah kita bisa mengendalikan otak kita, sedangkan komputer tidak bisa mengendalikan CPU-nya sendiri. See? Manusia selalu punya nilai lebih.

Waktu pelajaran di sekolah itu juga kita dikasih tau bahwa otak kita punya kapasitas satu juta gigabyte untuk menyimpan memori. Kalau di hardisk komputer, itu bisa untuk menyimpan semua film yg pernah ada di dunia ini + semua dokumen sekolah dari TK sampai kuliah + dokumen kerja + apapun yg kalian mau simpan di sana.

So, ketika kalian melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu, itu semua bisa tersimpan di otak. TAPI, ternyata Tuhan kasih kita kelebihan untuk mengatur tubuh kita sendiri.

Kalian selalu punya pilihan dan selalu bisa memilih.
Pilihlah, mau mengingat cerita sahabat yg sedang berbicara di depan kalian atau mengingat pertengkaran kalian denfan pacar sambil mendengarkan curhatan sahabat yang kemudian berujung kekecewaan mereka ketika mereka mendapati kalian sudah lupa kisah yg mereka ceritakan beberapa jam yang lalu itu.
Pilihlah, mau mengingat nasehat orang tua yg sedang berbicara di depan kalian, atau mengingat kesalahan-kesalahan mereka kepada kalian sambil mendengarkan kata-kata mereka yg kemudian berujung amarah mereka ketika kalian sudah lupa akan nasehat yg mereka sampaikan beberapa hari yang lalu itu. Tanpa kalian jelaskan pun, mereka akan sadar bahwa kalian tidak mendengarkan mereka dengan sungguh-sungguh.

Kita selalu punya kendali atas pikiran kita. Namun, terkadang kita tidak menyadari hal tersebut. Sehingga pilihan yang kita buat terkadang menjadi kurang tepat.

So, it is better to learn how to control your mind. Learn how to make great decision. And choose your choice wisely.

_______________
(jakarta, 13 februari 2016, masih di kasur, sedang loading mencoba mengingat tentang memori suatu percakapan dengan seseorang)

Uncategorized

Jangan Lupa Bahagia!

“Brengsek! Kenapa hidupku harus begini!”

“Hahaha lucu ya.”

“Ah? Apanya yg lucu?”

“Manusia.”

“Ah? Apa sih? Apa maksud kamu?”

“Manusia terlahir dengan sifat alami yang bernama ‘lupa’. Tapi kadang ‘lupa’ sering dijadikan alasan untuk hal-hal yg seharusnya tidak mereka lakukan.”

“Apa hubungannya dengan kekesalanku ini?”

“Kamu manusia. Dan kamu juga sering lupa. Lupa bahwa kamu hidup hanya sebentar. Lupa bahwa hidup yg sesungguhnya belum dimulai. Lupa bahwa dunia yg kamu kejar setiap hari ini hanya sementara. Hingga akhirnya untuk bahagia pun kamu lupa.”

“Tunggu. Lupa bahagia?”

“Iya.”

“Bahagia kok lupa. Ada-ada saja kamu!”

“Hahaha . Coba lihat saja ke diri kamu sekarang. Begitu sering ya makhluk yg bernama manusia ini mengeluh atas hidupnya. Padahal hidupnya baik-baik saja, bahkan banyak orang yg ingin punya hidup seperti dia.”

“Baik-baik saja apanya?! Kamu kan tau hidupku tidak menyenangkan!”

“Entah mengapa kadang standar bahagia seseorang begitu tinggi. Baru bahagia kalau punya harta banyak. Baru bahagia ketika karir menanjak. Baru bahagia saat semua yang diinginkan terkabul. Baru bahagia jika rencananya berjalan lancar. Dan seterusnya dan seterusnya. Akhirnya kebanyakan orang menghabiskan waktu mereka untuk menunggu kebahagiaan itu datang, sampai akhirnya mereka lupa untuk bahagia.”

“Ah tapi masih ga masuk akal. Masa bahagia bisa lupa.”

“Bisa. Kamu salah satu contoh nyatanya.”

“Aku? Kenapa dengan aku?”

“Pikir saja. Seberapa sering kamu mengeluh dan mengutuk hidupmu yg kamu anggap kurang baik? Seberapa sering kamu berharap bisa menjalani hidup orang lain yg kamu anggap lebih baik dari hidupmu? Seberapa sering kamu marah pada Tuhan karena merasa hidup ini terlalu tidak adil padamu?”

“…..”

“Kenapa diam saja? Tidak bisa kamu jawab kan?”

“Lalu aku harus bagaimana? Hidupku memang kurang beruntung.”

“Yak. Here we go again. Kamu memang hanya salah satu dari jutaan manusia yg tidak tahu kuncinya bahagia. Padahal bahagia itu ada di dalam diri kamu. Dia hanya perlu kamu jemput.”

“Dijemput? Dengan apa? Bagaimana?”

“Dengan bersyukur.”

“Bersyukur?”

“Iya. Bersyukur. Tidak ada hidup yg beruntung atau hidup yg tidak beruntung. Tuhan Maha Adil, kamu tau itu. Kamu hanya terlalu sombong untuk bersyukur. Kamu tak pernah lelah meminta pada Tuhan, tapi kamu tidak pernah merasa cukup dengan pemberiannya. Dasar manusia.”

“Aku bersyukur kok!”

“Seberapa sering? Seberapa banyak? Apa sesering kamu meminta pada-Nya? Apa sebanyak nikmat yg telah Dia beri padamu? Aku rasa tidak.”

“…”

“Kamu tidak lelah merasa marah pada hidupmu hampir setiap hari dan setiap kau punya masalah?”

“Aku lelah. Tapi aku memang tidak bahagia dengan keadaanku.”

“Kamu tidak bahagia karena kamu tidak mau bahagia, bukan karena kamu tidak bisa bahagia.”

“Tentu aku mau bahagia! Jangan asal bicara kamu!”

“Kalau begitu, buktikan. Bersyukurlah.”

“Bersyukur atas apa? You know my life is suck!

“Bersyukurlah atas hal sekecil apa pun dalam hidupmu. Bahagia itu tidak sejauh yg kamu pikir. Dia ada di dalam dirimu. Jemput dia dengan syukur dan senyum. Jangan malah menjauh darinya dengan keluh kesah dan amarah. Percaya padaku, bahagia itu hanya sejauh rasa syukur yg sering terlupa.”

“Begitu ya? Kenapa kamu begitu yakin? Kamu bagian dari aku, bagaimana aku bisa percaya padamu?”

“Kenapa kau tidak bisa percaya pada hatimu? Aku bagian dari dirimu yg Tuhan desain untuk menjadikanmu manusia seutuhnya. Kamu hanya sering lupa bahwa aku ada. Sudahlah. Tidak ada gunanya aku berdebat denganmu, Ego. Percaya saja padaku! Bersyukurlah sebanyak-banyaknya! Lupakan marahmu itu dan jemput bahagiamu, ya!”